Personal Brand dan Strategi Menciptakannya
© Pexels.com
Personal Brand? Terdengar sangat familiar, bukan?
Di era pandemi ini, sering pula kita jumpai webinar-webinar yang mengangkat tema pembahasan terkait personal branding. Apakah kamu sudah menghadiri salah satu webinar tersebut? Tapi sebelum membahas semakin dalam, apakah kamu sudah tahu perbedaan antara personal brand dan personal branding? Jika belum, yuk simak di pembahasan kali ini!
Dalam beberapa sumber dan penjelasan yang telah diriset oleh Tim LOKAL, Personal branding dapat diartikan sebagai sebuah proses dalam memasarkan kualitas dan keunggulan diri melalui suatu citra yang dibentuk untuk khalayak umum. Dari citra yang dibentuk ini, kemudian dapat dipresentasikan lewat berbagai media, seperti yang sangat umum saat ini melalui media sosial, blog, situs web pribadi, hingga cara berperilaku di depan umum. Lalu, perbedaan personal branding dan personal brand adalah, personal brand dapat diartikan sebagai pilihan yang kamu tentukan terkait citra seperti apa yang ingin kamu presentasikan kepada khalayak umum atau sederhananya, hasil akhir apa yang ingin kamu ciptakan dari proses personal branding.
Melihat dari arti dan penjelasan di atas, apakah penting dan perlu untuk memiliki personal brand? Jawabannya, sangat penting dan perlu. Kondisi ini semakin diperlukan jika kamu memegang status sebagai mahasiswa tingkat akhir, freshgraduates, job seeker, hingga ke level sebagai seorang pekerja/ karyawan. Personal brand mampu dijadikan sebagai parameter untuk membedakan kamu dengan orang lain. Dengan citra yang kuat, kamu bisa mendapat banyak koneksi. Selain itu, di era kompetitif ini tentu akan membuat nilai positif dalam dirimu semakin unggul. Dalam realitanya, personal brand tidak memerlukan latar belakang khusus saat seseorang ingin menciptakannya. Karena, siapa pun bisa menciptakan personal brand yang dia inginkan.
Setelah memahami konsep dasar dari personal brand dan personal branding, lalu bagaimana cara menciptakan personal brand yang baik terutama di era digital ini?
Berikut strategi yang dapat kamu jadikan referensi dalam menciptakannya.
1. Tentukan personal brand yang ingin kamu dapatkan!
Saat ingin menciptakan personal brand, hal pertama yang harus kamu pahami adalah personal brand seperti apa yang ingin kamu dapatkan dari perjalanan akhir personal branding-mu. Dengan mengetahui personal brand yang kamu inginkan, maka kamu dapat mengukur dan menganalisa langkah-langkah seperti apa yang harus kamu lakukan agar mampu mendapatkan personal brand tersebut. Dalam memudahkan proses ini, hal yang harus kamu lakukan adalah mengenali dirimu sendiri karena dalam menciptakan personal brand tentunya harus berlandaskan kejujuran dengan dirimu sendiri. Dalam mengenali dirimu sendiri, kamu dapat memaksimalkan beberapa cara seperti melalui self-journalling tentang dirimu, meminta pendapat orang terdekat dan pernah bekerja bersama denganmu untuk memberikan pendapat objektif, serta langkah terakhir adalah elaborasikan hal-hal tersebut dengan background dan tujuan-mu.
2. Maksimalkan media sosial
Proses membangun personal brand masih panjang dan tidak sesederhana itu. Kamu harus mampu menentukan media apa yang bisa kamu maksimalkan agar personal branding yang kamu lakukan bisa tersampaikan ke khalayak umum secara objektif. Untuk poin ini pastinya sudah sangat familiar bagi kamu serta sangat relevan dengan era digital saat ini. Di poin ini hal yang kamu bisa lakukan adalah, memaksimalkan media sosial yang kamu miliki. Ada banyak media sosial yang bisa kamu gunakan untuk keperluan strategi personal branding. Media sosial ini dimulai dari Instagram, YouTube, Twitter, Facebook, sampai LinkedIn. Lalu akan muncul pertanyaan dari poin ini, yaitu apakah semua media sosial bisa kita terapkan dengan metode yang sama dalam memperkenalkan personal branding yang sedang dilakukan? Jawabannya akan ditentukan dari kebutuhanmu sendiri dengan melihat dan mempertimbangkan persona dari masing-masing media sosial. Secara masif, banyak orang menggunakan media sosial Instagram, LinkedIn, dan Youtube dalam menciptakan personal brand bagi khalayak umum. Namu yang terpenting dari poin ini adalah lakukanlah riset terlebih dahulu sebelum memaksimalkan media sosialmu hingga mampu menentukan target audience yang tepat dengan pesan dari konten yang kamu unggah di media sosial.
3. Ciptakan koneksi
Di era digital, sangat sulit untuk semuanya serba “sendiri”. Hal ini sejalan dengan definisi fundamental manusia yang juga seorang makhluk sosial. Penting bagimu untuk menciptakan koneksi. Koneksi dapat membantumu dalam menjangkau banyak orang. Menjangkau banyak orang memang sesuai dengan misi akhir dari personal branding, yakni khalayak ramai sebagai penerima pesan dari personal brand yang kamu bangun. Bergabung dengan komunitas menjadi cara yang tepat untukmu dalam menjalin koneksi. Kondisi komunitas yang memiliki misi dan tujuan yang jelas, akan memudahkanmu dalam menyesuaikan dengan personal brand yang kamu inginkan. Kunci terpenting dalam menjalin koneksi dengan komunitas/ orang baru adalah percaya diri dan tahu tujuan apa yang ingin kamu dapatkan. Jika 2 poin esensial tersebut sudah kamu kuasai, tidak akan sulit bagimu dalam menciptakan hingga mengembangkan koneksi yang lebih luas lagi.
4. Buat dan bagikan portofolio milikmu!
Kenapa kamu harus membuat portofolio? Karena di portofolio, kamu dapat menyertakan bukti nyata dari kualitas kerja yang telah kamu lakukan. Portofolio akan membantumu dalam meningkatkan kualitas diri dan nilai-nilai yang ada pada dirimu. Di era saat ini, kamu juga tidak perlu bingung dalam mencari referensi untuk membuat portofolio yang baik dan memiliki nilai yang menjual. Ada banyak sumber website yang bisa kamu akses dalam mendapatkan ide terbaik dari membuat portofolio. Setelah kamu memiliki portfolio yang mendukung dan sesuai dengan personal brand yang ingin kamu tampilkan, jangan lupa untuk membagikannya! Kamu harus percaya diri saat membagikan portofolio-mu. Dengan adanya portofolio, maka akan sangat mudah bagi khalayak umum dalam menerimamu dengan personal brand yang diinginkan. Kamu juga bisa mencantumkan portofolio-mu di dalam media sosial yang kamu punya. Contoh, ada banyak orang yang memfiturkan portofolionya di media sosial LinkedIn.
5. Meminta rekomendasi dari rekan-rekan yang kamu punya
Dalam mendukung personal brand yang sedang kamu ciptakan, kamu memerlukan beberapa rekomendasi dari rekan-rekan yang kamu punya. Jika dianalogikan dengan suatu bisnis, kenapa rekomendasi ini menjadi penting? Karena dalam mencipatkan personal brand di khalayak umum, kamu harus menciptakan suatu kepercayaan dari personal brand yang kamu punya. Dalam kondisi ini, jika kamu tidak tahu harus bertanya kepada siapa, kamu bisa meminta dari mantan manajer yang membimbingmu, dosen/ profesor dan pemimpin organisasi tempat kamu kuliah. Saat meminta beberapa rekanmu memberikan rekomendasi, jangan lupa untuk memintanya bekerja secara kooperatif dan bertindak sebagai referensi aktual.
6. Terapkan strategi personal branding-mu online dan offline
Jangan hanya terfokus dengan apa yang kamu lakukan secara online. Personal branding yang kamu lakukan lebih dari sekadar persona online. Kamu harus sadar dengan caramu dalam membawa diri di keseharian bersama lingkungan sekitar. Karena sejatinya, personal brand yang nyata akan terlihat dari caramu berinteraksi bersama orang sekitar secara pertemuan langsung atau tatap muka.
Jika kamu belum menentukan personal brand dalam dirimu, ayo tentukan dari sekarang agar kamu mampu menjadi individu yang unggul dan positif tidak hanya bagi lingkungan sekitar, tetapi juga untuk dirimu sendiri.
Keywords
Lowongan Kerja Palembang
Loker Palembang
Personal Brand
